SIGAP CEGAH PENYEBARAN CORONA

Timbang – Banyuputih. Menindak lanjuti surat dari Sekda Kab Batang nomor 141/195 tanggal 30 Maret 2020, Pada hari Kamis tanggal 02 April 2020 perihal Desa Tanggap Covid 19, Pemerintah Desa Timbang telah menyelenggarakan Musyawarah Desa untuk membentuk Relawan Desa Tanggap Covid 19 sekaligus menindak lanjuti intruksi dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sri Haryanto yang telah mendorong Pemerintah Desa agar aktif melakukan pencegahan virus corona.

Upaya pertama yang dilakukan Pemerintah Desa Timbang berkaitan dengan pencegahan virus corona adalah pembentukan relawan tingkat desa. Relawan ini akan bekerja, melakukan kordinasi secara maksimal dengan semua pihak terkait dengan pencegahan dan penanganan corona.

“Memang kunci yang pertama, harus membentuk relawan gugus tugas COVID-19 di desa. Karena mereka yang bekerja, berkoordinasi, melakukan pencegahan sekaligus penanganan,”

Relawan Desa Tanggap COVID-19 diketuai oleh kepala desa, dengan wakil dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta anggota dari BPD, ketua RW, ketua RT, tokoh-tokoh masyarakat, hingga pendamping profesional di desa.

“Selain itu juga harus bermitra dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, karena merupakan bagian dari satu kesatuan yang penting untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah,”

Sejumlah tugas diemban oleh relawan Desa Tanggap COVID-19, antara lain membuat papan informasi pencegahan dan penanganan kasus penyakit infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

Untuk itu, relawan diharuskan mempunyai pengetahuan mengenai cara antisipasi, gejala-gejala yang muncul, dan cara penularan virus corona.

Selain itu, mereka juga bertugas melakukan pendataan warga yang rentan sakit, terutama dari kelompok marjinal, baik itu orang lanjut usia, orang dengan kondisi tubuh rentan terhadap penyakit, dan balita.

Pendataan dan pemeriksaan warga yang baru kembali dari perantauan, khususnya wilayah yang terdampak COVID-19, juga menjadi tugas relawan.

Warga perantau yang dimaksud bukan hanya pekerja rantau namun juga pelajar yang melanjutkan pendidikan di luar desa Timbang, dengan penanganan awal terhadap mereka berupa karantina mandiri.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan